Cara Deteksi Gempa Bumi Bekerja
Setiap gempa bumi — baik yang terasa maupun tidak — mengirimkan gelombang seismik yang memancar ke luar melalui Bumi ke segala arah. Gelombang-gelombang ini merambat melalui batuan, tanah, dan air dengan kecepatan beberapa kilometer per detik, dan dapat dideteksi ribuan kilometer jauhnya oleh instrumen sensitif yang disebut seismometer.
Ketika Anda menerima notifikasi gempa di Carrington, itu adalah hasil dari proses otomatis yang mencakup puluhan stasiun seismograf, jaringan data internasional, dan sistem komputasi real-time — semua beroperasi bersama dalam beberapa menit setelah kejadian.
Di Indonesia, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengoperasikan lebih dari 300 stasiun seismik di seluruh kepulauan dan bekerja sama dengan USGS dan jaringan internasional lainnya untuk pemantauan yang komprehensif.
Skala Magnitudo
Magnitudo gempa bumi mengukur energi yang dilepaskan di sumber. Skala standar modern adalah Magnitudo Momen (Mw), sebuah skala logaritmik: setiap kenaikan satu angka bulat mewakili sekitar 32 kali lebih banyak energi yang dilepaskan.
| Magnitudo | Deskripsi | Efek Tipikal |
|---|---|---|
| <2.0 | Mikro | Tidak terasa. Hanya tercatat oleh instrumen. |
| 2.0–3.9 | Minor | Terasa sedikit oleh beberapa orang. |
| 4.0–4.9 | Ringan | Terasa oleh kebanyakan orang di dalam ruangan. |
| 5.0–5.9 | Sedang | Kerusakan kecil pada bangunan yang dibangun kurang baik. |
| 6.0–6.9 | Kuat | Destruktif di kawasan berpenduduk. |
| 7.0–7.9 | Besar | Kerusakan serius di area luas. |
| ≥8.0 | Sangat Besar | Kerusakan dahsyat. Dapat menghasilkan tsunami. |
Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa
Sebagian besar cedera saat gempa bukan disebabkan oleh gerakan tanah itu sendiri, melainkan oleh benda yang jatuh, kaca yang pecah, dan keruntuhan struktural. Tindakan yang Anda ambil dalam beberapa detik pertama sangat penting.
Merunduk, Berlindung, Bertahan
Tindakan yang direkomendasikan secara internasional saat terjadi guncangan adalah Merunduk, Berlindung, dan Bertahan:
- Merunduk dengan bertumpu pada tangan dan lutut. Ini menurunkan pusat gravitasi Anda dan menjaga keseimbangan.
- Berlindung kepala dan leher dengan lengan. Jika ada meja atau meja kerja yang kokoh di dekat, bergeraklah ke bawahnya. Jika tidak ada tempat berlindung, berpindahlah ke dinding interior jauh dari jendela.
- Bertahan sampai guncangan berhenti sepenuhnya. Jika Anda berada di bawah meja, pegang kakinya.
Jangan berlari keluar saat guncangan. Sebagian besar cedera terjadi ketika orang mencoba bergerak dan tertimpa puing-puing. Jika Anda berada di luar ruangan saat guncangan dimulai, menjauh dari gedung, tiang listrik, dan papan nama, lalu Merunduk, Berlindung, Bertahan di area terbuka.
Setelah Gempa
Antisipasi gempa susulan. Gempa-gempa kecil ini dapat berlanjut selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Gempa besar (M7+) dapat memiliki gempa susulan yang cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan tambahan.
- Periksa apakah ada yang terluka di sekitar Anda.
- Periksa kebocoran gas. Jika mencium bau gas, segera tinggalkan gedung, jangan gunakan sakelar lampu, dan hubungi layanan darurat dari luar.
- Hindari memasuki bangunan yang rusak. Gempa susulan dapat meruntuhkan struktur yang sudah lemah.
- Jika Anda berada di dekat pantai, segera menuju ke tempat yang lebih tinggi setelah guncangan kuat — bahkan sebelum menerima peringatan tsunami resmi.
Zona Seismik Indonesia
Indonesia adalah salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia. Kepulauan Indonesia terletak di pertemuan empat lempeng tektonik utama — Eurasia, Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina — menjadikannya salah satu zona tektonik paling kompleks di planet ini.
Wilayah dengan aktivitas seismik paling tinggi meliputi:
- Sumatera — Sesar Sumatera dan zona subduksi Sunda menghasilkan seismisitas yang intens. Gempa Aceh 2004 (M9.1) yang memicu tsunami dahsyat terjadi di zona subduksi ini.
- Jawa — Subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia menciptakan aktivitas seismik dan vulkanik yang berkelanjutan.
- Sulawesi — Sistem sesar yang kompleks, termasuk Sesar Palu-Koro yang menyebabkan gempa M7.5 dan tsunami Palu 2018.
- Maluku dan Papua — Pertemuan lempeng Pasifik dan Filipina dengan lempeng Australia menghasilkan aktivitas seismik yang intens.
- Bali dan Nusa Tenggara — Aktivitas seismik aktif di sepanjang busur vulkanik.
Peringatan Gempa Carrington
Carrington mengintegrasikan data USGS dan jaringan seismik regional termasuk BMKG untuk memberikan notifikasi gempa bumi yang cepat dan akurat. Untuk gempa signifikan (M5.5 ke atas), waktu tipikal dari kejadian hingga notifikasi di perangkat Anda adalah satu hingga lima menit.
Konfigurasikan peringatan Anda di Pengaturan → Notifikasi → Peringatan Gempa Bumi:
- Magnitudo minimum — Default adalah M4.0. Naikkan untuk menerima hanya kejadian signifikan.
- Filter geografis — Batasi peringatan ke kejadian dalam radius tertentu dari lokasi Anda saat ini.
- Nada peringatan — Pilih nada yang khas untuk membedakan peringatan gempa dari notifikasi lain.
Dapatkan peringatan gempa real-time
Carrington mengirimkan data seismik USGS dan BMKG ke ponsel Anda dalam hitungan menit. Gratis diunduh.
Unduh Carrington